Pengertian PHP
PHP sendiri
sebenarnya merupakan singkatan dari “Hypertext Preprocessor”, yang merupakan
sebuah bahasa scripting tingkat tinggi yang dipasang pada dokumen HTML.
Sebagian besar sintaks dalam PHP mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, namun pada
PHP ada beberapa fungsi yang lebih spesifik. Sedangkan tujuan utama dari
penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web yang dinamis
dan dapat bekerja secara otomatis.
Tipe Data di PHP
Dalam PHP,
nama setiap variabel diawali dengan tanda $ (dollar). Misalnya variabel “e”
maka ditulis dengan $e. PHP hanya mempunyai 6 tipe data yaitu : integer,
double, boolean, string, array dan object.
a. Integer
adalah seluruh angka tanpa decimal point.
b. Double
adalah floating point seperti 3.14159 atau 49.0
c. Boolean
hanya mempunyai 2 nilai yaitu TRUE dan FALSE
d. String
adalah urutan dari karakter seperti ‘PHP mendukung operasi string’
e. Array
adalah koleksi nama dan indeks.
f. Object
adalah contoh dari class yang didefinisikan programmer.
Tipe
variabel ini tidak perlu ditentukan oleh programmer, melainkan ditentukan pada
saat runtime oleh PHP dengan kebergantungan pada konteks pemakaian variabel
tersebut. Tipe data sederhana dalam PHP (integer, double, boolean dan
string) sudah familiar. Beberapa bahasa pemrograman mempunyai ukuran yang
berbeda untuk tipe data numerik dengan mengijinkan nilai range yang lebih besar
tapi juga membutuhkan memory yang lebih besar. Sebagai contoh bahasa C
mempunyai tipe short (small integer), tipe long (integer yang
lebih besar) dan sebuah tipe int (merupakan pertengahan antara short dan
long).
a. Integer
Adalah tipe
data paling sederhana, dapat digunakan sebagai variabel atau digunakan dalam
ekspresi seperti :
$int_var = 12345;
$another_int = -12345 + 12345;
Integer
dapat dibaca dalam 3 format sesuai dengan bilangan berbasis; decimal (basis
10), octal (basis 8) dan hexa (basis 16). Format desimal sebagai default, octal
dispesifikasikan dengan diawali ‘0’ dan hexa diawali ‘0x’. Format tersebut
dapat didahului tanda ‘-‘ untuk integer negative.
$integer_10 = 1000;
$integer_8 = – 01000;
$integer_16 = 0×1000;
print(“integer_10 : $integer_10<BR>”);
print(“integer_8 : $integer_8<BR>”);
print(“integer_16 : $integer_16<BR>”);
Akan
menghasilkan output :
Integer_10 : 1000
Integer_8 : -512
Integer_16 : 4096
Integer PHP
sama dengan type long pada C, tergantung pada ukuran word dari
mesin komputer, maka sulit untuk menjawab secara tepat range untuk tipe ini.
Pada sebagian besar platform rangenya adalah :
231 – 1 atau
(2.147.483.647) s/d –(231 – 1) atau (-2.147.483.647)
b. Double
Adalah
floating point seperti :
$first_double = 123.456;
$second_double = 0.456;
$even_double = 2.0;
Integer dan
double disimpan dalam format yang berbeda dan hasil dari ekspresi :
$five = $even_double + 3;
Akan menjadi
double, bukan integer, walaupun tercetak ‘5’. Sebagai default double tercetak
dengan sejumlah minimum tempat yg dibutuhkan, contoh:
$many = 2.2888800;
$many_2 = 2.2111200;
$few = $many + $many_2;
print (“$many + $many_2 = $few<BR>”);
Akan
menghasilkan output :
2.28888 + 2.21112 = 4.5
Format
double adalah –X.Y dimana – dispesifikasikan optional sebagai negative dan X
serta Y sebagai digit antara 0-9
$small_positive = 0.12345;
$small_negative = -.12345;
$even_double = 2.00000;
$still_doube = 2;
Double
dispesifikasikan dalam notasi scientific dengan menambahkan huruf e, sebagai
contoh 2.2e-3 akan sama dengan 2.2_10-3.
$small_positive = 5.5e-3;
print(“small_positive is $small_positive<BR>”);
$large_positive = 2.8e+16;
print(“large_positive is $large_positive<BR>”);
$small_negative = -2222e-10;
print(“small_ negative is $small_ negative <BR>”);
$large_negative = -0.00189e6;
print(“large_negative is $ large_negative <BR>”);
Akan menghasilkan output :
small_positive is 0.0055
large_positive is 2.8E+16
small_negative is –2.222E-07
large_negative is –1890
c. Boolean
Adalah nilai
true atau false, digunakan sebagai kontrol seperti untuk test sebuah statement
if. Nilai “truth” boolean dapat dikombinasikan menggunakan operator
logika untuk membuat lebih lengkap ekspresi boolean.
PHP
menyediakan sepasang konstanta khususnya untuk digunakan sebagai Boolean : TRUE
dan FALSE. Aturan untuk menentukan “truth” dari nilai yang tidak
ada pada tipe boolean:
1.Jika nilai
adalah angka, false jika sama dengan nol dan selain itu true
2.Jika nilai
adalah string, false jika string mengandung karakter kosong atau string
“0” selain itu true
3.Jika nilai
adalah gabungan tipe data (array atau object) false jika
tidak berisi nilai selain itu true
Contoh :
Masing-masing
variabel berikut akan mempunyai nilai Truth yang embedded dalam namanya,
digunakan dalam konteks boolean
$true_num = 3 + 0.14159;
$true_str = “tried and true”
$true_array[49] = “an array element”;
$false_num = 999 – 999;
$false_str =
“ “; // karakter string kosong
d. String
Adalah
kumpulan karakter, seperti dibawah :
$string_1 = “This is a string in double quotes”;
$string_2 = “This is a somewhat longer, singly quoted string”;
$string_39 = “This is a string has thirty-nine characters”;
$string_0 =
“ “; //This is a string with zero characters
String dapat
ditutup dalam tanda petik tunggal maupun petik ganda. Petik tunggal seperti
literalnya sedang petik ganda menggantikan variabel dengan nilainya seperti
menginterpretasikan karakter khusus.
$literally = ‘My $variable will not print!\n’;
print($litrerally);
$win_path = ‘C:\\InetPub\\PHP\\’;
print(“A windows-style pathname: $win_path<BR>”);
Akan
menghasilkan output :
My $variable will not print!\n
A windows-style pathname: C:\\InetPub\PHP\
Untuk
menempelkan petik tunggal (seperti apostrophe) dalam petik tunggal, beri tanda backslash
:
$singly_quoted = ‘This quote mark\’s no big deal either’;
String yang
dibatasi dengan petik ganda diproses dalam 2 cara :
1.Karakter
tertentu yang dimulai dengan backslash (‘\’) diganti dengan karakter
khusus
2.Nama
variabal (dimulai dengan $) diganti dengan string yang merepresentasikan
nilainya.
kirim.php
</html>
<form action=”kosong.php” method=”post”>
Nama: <input><br> // terbentuk variabel $nama
<input value=”Kirim”>
</form>
</html>
kosong.php
<html>
<body>
<? echo $nama; ?>
</body>
</html>
Untuk
menginisialisasi suatu variabel dalam PHP, secara sederhana berikan suatu nilai
pada variabelnya. Tapi untuk tipe seperti array dan objek membutuhkan mekanisme
yang berbeda
$nama = ”Hendra”;
$berat = 57.5;
$umur = 17;
e. Array
Tipe array
pada PHP memudahkan programmer cara untuk mengelompokkan nilai-nilai yang
berbeda dan mengindeksnya dengan numerik (dan juga dengan nama). Elemen array
dituliskan dengan indeks dalam tanda kurung (the[1], [2],[3]..) dan elemn dari
tipe yang berbeda dapat ditunjuk dengan array yang sama.
print(“my_array is $my_array<BR>”);
print(“my_array[0] is $my_array[0]<BR>”);
print(“my_array[5] is $my_array[5]<BR>”);
$my_array[5] = “Slot #6”;
print(“my_array is $my_array<BR>”);
print(“my_array[0] is $my_array[0]<BR>”);
print(“my_array[5] is $my_array[5]<BR>”);
Akan
menghasilkan output :
my_array is
my_array[0] is
my_array[5] is
my_array is Array
my_array[0] is
my_array[5] is Slot #6
Array adalah
satu dari feature yang paling berguna di PHP dan walaupun kelihatan
seolah-olah seperti array dalam bahasa pemrograman lain, implementasi sangat
berbeda. Dalam banyak bahasa pemrograman , kita mendeklasikan array dengan
statement seperti :
Int
int_array[10]; //NOT PHP! Men-set blok sampai variabel integer 10 dalam memori
yang dapat diakses dengan indeks int_array antara 0 – 9. Sejauh ini hanya
integer yang digunakan sebagai indeks, sebenarnya nilai string juga dapat
digunakan sebagai indeks array. Indeks string digunakan dgn cara yg sama
seperti indeks numerik, seperti:
$tasty[‘Spanish’] = “paella”;
$tasty[‘Japanese’] = “sashimi”;
$tasty[‘Scottish’] = “haggis?”;
Menginisialisasi
Array
Array dapat
diinisialisasi dengan dua cara yaitu dengan pemberian nilai langsung dan
menggunakan konstruksi array(). Untuk memberikan nilai secara langsung pada
suatu array, secara sederhana adalah memberikan nilai ke variabel array dengan
subscript kosong. Nilai tersebut akan ditambahkan sebagai elemen terakhir dari
array. Sesuatu yang perlu diingat adalah elemen array dimulai dari index 0
(bukan 1).
$nama[ ] = “Aden”; //$name[0] = “Aden”
$nama[ ] = “Marsa”; //$nama[1] = “Marsa”;
Contoh
Array:
array.php
<html> <h1>Membuat array cara pertama</h1> <?
$a[0] = “abc”; // a adalah array skalar
$a[1] = “def”;
$b[“foo”] = 13; //b adalah array asosiatif
echo “Nilai a[0]=$a[0], nilai a[1]=$a[1], <br>
nilai b[\”foo\”]=” . $b[“foo”];
?> <h1>Cara kedua</h1> <?
$a[ ] = “hello”; // $a[2] = = “hello”
$a[ ] = “world” // $a[3] = = “world”
echo “Nilai a[2]=$a[2], Nilai a[3]=$a[3];
?></html>
multiarray.php
<html><?
$f=101
$a[1] = $f; #contoh satu dimensi
$a[“foo”] = $f;
$b[1][0] = $f; #dua dimensi
$b[“foo”][2] = $f;
$b[3][“bar”] = $f;
$c[“foo”][4][“bar”][0] = $f; #empat dimensi
echo “a[1] = $a[1] dan a[\”foo\”]=” . $a[“foo”];
echo “b[1][0] = “ . $b[1][0] . “ dan b[\”foo\”][2]=” . $b[“foo”][2];
f. Object
Object adalah
sebuah tipe data yang dapat berupa sebuah bilangan, variabel atau bahkan sebuah
fungsi. Object dibuat dengan tujuan untuk membantu programmer yang
terbiasa dengan Object Oriented Programming, meski fasilitas OOP yang
disediakan oleh PHP masih sangat kurang. Berikut sebuah contoh penggunaan tipe
data object.
<? // object.php
class Test
{ var $str = “Variabel Class”;
function set_var($str)
{ $this->str = $str; }
}
$class = new Test;
echo$class->str;
$class->set_var (“Variabel Object”);
echo(“<br>$class->str”); ?>
Dalam
program object.php terdapat sebuah class dengan nama test, kemudian dibuat
sebuah data object test dari class test, data ini dicetak dan keluarannya
adalah “Variabel Class“. Class test juga mempunyai mebuah method dengan nama
set_var, method ini digunakan untuk memberi nilai pada variabel $str. Data
object test yang dibuat atau instance dari class test akan mempunyai semua
properties dari class test, termasuk method-method-nya, sehingga sebuah data
bertipe object juga dapat mengandung sebuah method (fungsi). Pada program di
atas method set_var pada object test kita pakai untuk mengubah nilai variabel
$str menjadi “Variabel Object” kemudian mencetaknya.
Menginisialisasi
Objek
Untuk
menginisialisasi suatu object, dapat menggunakan perintah new.
Perintah ini digunakan untuk menginisialisasi suatu objek kepada suatu
variabel.
Class kosong {
Function tidak() {
Echo “tidak melakukan apa-apa”; } }
$bar = new kosong;
$var -> tidak();
Variabel
pada PHP
Adalah
sebuah tempat untuk menyimpan data yang nilainya dapat berubah-ubah, variabel
dalam PHP ditandai dengan tanda Dollar ($) variabel dalam PHP adalah case sensitive artinya penggunaan antara
huruf besar dan huruf kecil haruslah
benar contohnya : $AbC
<?
$nama=”Dani”;
$Nilai=10;
?>
1. Jangkauan
Variabel
Jangkauan suatu variabel adalah tergantung pada dimana variabel tersebut didefinisikan. Pada umumnya semua varibel PHP hanya memiliki suatu jangkauan. Setiap variable yang digunakan dalam suatu fungsi, maka secara default jangkauannya adalah lokal. Sebagai contoh :
Jangkauan suatu variabel adalah tergantung pada dimana variabel tersebut didefinisikan. Pada umumnya semua varibel PHP hanya memiliki suatu jangkauan. Setiap variable yang digunakan dalam suatu fungsi, maka secara default jangkauannya adalah lokal. Sebagai contoh :
$a = 1; /*jangkauan global*/
Function coba() {
Echo $a; /*mengacu pada variabel jangkauan lokal*/
}
coba();
Function coba() {
Echo $a; /*mengacu pada variabel jangkauan lokal*/
}
coba();
Script
diatas tidak mengeluarkan apapun, karena $a dalam fungsi Coba mengacu pada $a
lokal yang mana tidak memiliki nilai apapun. Hal ini berbeda dengan bahasa C
yang mana setiap variabel global menjadi nampak bagi semua fungsi, kecuali
didefinisikan sebagai lokal. Dalam PHP, variabel global harus dideklarasikan
sebagai global di dalam suatu fungsi jika mereka akan digunakan dalam fungsi
tersebut. Contoh :
$a = 1;
$b = 2;
Function hitung() {
Global $a, $b;
$b = $a + $b; }
hitung();
echo $b;
$b = 2;
Function hitung() {
Global $a, $b;
$b = $a + $b; }
hitung();
echo $b;
Script diatas akan
menghasilkan keluaran “3”. Dengan mendeklarasikan $a dan $b sebagai global di
dalam fungsi. Cara kedua untuk mengakses variabel sebagai acuan global adalah
dengan menggunakan definisi $GLOBAL. Contoh sebelumnya dapat juga ditulis
menjadi :
$a = 1;
$b = 2;
Function hitung()
{
$GLOBALS[“b”] = $GLOBALS[“a”] + $GLOBALS[“b”];
}
hitung();
echo $b;
$b = 2;
Function hitung()
{
$GLOBALS[“b”] = $GLOBALS[“a”] + $GLOBALS[“b”];
}
hitung();
echo $b;
$GLOBALS
array adalah suatu asosiasi array dengan key adalah nama dari variabel global.
Hal lain yang penting dari jangkauan adalah variabel “static”. Suatu variabel
hanya ada pada jangkauan lokal fungsi, dan nilainya akan tetap dipertahankan.
Function coba() {
$a = 0;
echo $a;
$a++; }
$a = 0;
echo $a;
$a++; }
Pada fungsi
diatas nilai $a kembali menjadi 0 utnuk setiap pemanggilan. Artinya nilai $a
akan hilang begitu program keluar dari fungsi. Contoh berikut menggunakan variabel
static. Setiap kali fungsi coba() dipanggil maka nilai $a pada pemanggilan
sebelumnya.
Function coba() {
Static $a = 0;
echo $a;
$a++; }
Static $a = 0;
echo $a;
$a++; }
2.
Variabel-Variabel
Kadang-kadang lebih nyaman menggunakan variabel-variabel; yang mana adalah nama variabel yang dapat digunakan secara dinamis. Secara normalnya variabel dibuat dengan :
Kadang-kadang lebih nyaman menggunakan variabel-variabel; yang mana adalah nama variabel yang dapat digunakan secara dinamis. Secara normalnya variabel dibuat dengan :
$a = “hello”; // normal -> terbentuk variabel $a berisi “hello”
Suatu
variabel variabel akan menggunakan nilai dari suatu variabel menjadi nama
variabel, contoh :
$a = “hello”; // normal -> terbentuk variabel $a berisi “hello”
$$a = “world”; // variabel-variabel -> terbentuk variabel $hello berisi “world”
$$a = “world”; // variabel-variabel -> terbentuk variabel $hello berisi “world”
Pada contoh
diatas akan terbentuk dua variabel yaitu $a dan $hello. Dimana $a berisi
“hello” dan $hello berisi “world”. Selanjutnya perintah berikut ini
Echo “$a ${$a}”; // menghasilkan “hello world”
Echo “$a $hello”; // menghasilkan “hello world”
Echo “$a $hello”; // menghasilkan “hello world”
3. Penentuan
Tipe Variabel
Penentuan tidak membutuhkan deklarasi variabel secara eksplisit, tipe variabel ditentukan berdasarkan konteks pemakaiannya pada saat runtime. Dengan kata lain, jika memberi nilai string ke suatu variabel var, var menjadi suatu variabel tipe string. Jika memberi nilai integer ke var, maka otomatis berubah menjadi tipe integer. Suatu contoh dari otomatisasi konversi tipe pada PHP adalah operator penjumlahan “+”. Jika salah satu operandnya adalah tipe double, maka semua operand lainnya dievaluasi sebagai double dan hasilnya adalah double
Penentuan tidak membutuhkan deklarasi variabel secara eksplisit, tipe variabel ditentukan berdasarkan konteks pemakaiannya pada saat runtime. Dengan kata lain, jika memberi nilai string ke suatu variabel var, var menjadi suatu variabel tipe string. Jika memberi nilai integer ke var, maka otomatis berubah menjadi tipe integer. Suatu contoh dari otomatisasi konversi tipe pada PHP adalah operator penjumlahan “+”. Jika salah satu operandnya adalah tipe double, maka semua operand lainnya dievaluasi sebagai double dan hasilnya adalah double
$coba = “0”; //$coba adalah string (ASCII 48)
$coba++; //$coba adalah string “1” (ASCII 49)
$coba += 1; //$coba sekarang adalah integer (2)
$coba = $coba + 1.3; //$coba sekarang adalah double (3.3)
$coba = 5 + “10 kotak”; //$coba adalah integer (15)
$coba++; //$coba adalah string “1” (ASCII 49)
$coba += 1; //$coba sekarang adalah integer (2)
$coba = $coba + 1.3; //$coba sekarang adalah double (3.3)
$coba = 5 + “10 kotak”; //$coba adalah integer (15)
4.
Mengetahui Tipe suatu Variabel
Karena PHP menentukan tipe variabel sesuai dengan konteks pemakaiannya, maka dapat digunakan fungsi berikut untuk memeriksa tipe
pada suatu variabel gettype(), is_long(), is_double(), is_string(), is_array() dan is_object.
Karena PHP menentukan tipe variabel sesuai dengan konteks pemakaiannya, maka dapat digunakan fungsi berikut untuk memeriksa tipe
pada suatu variabel gettype(), is_long(), is_double(), is_string(), is_array() dan is_object.
Variabel.php
<h1>integer</h1>
<?
$a = 1234; # angka decimal
$b = -123; # angka negatif
$c = 0123; # angka oktal decimal (sama dengan 83 decimal)
$d = 0×12; #angka hexa decimal (sama dengan 18 decimal)
echo “Nilai a=$a, nilai b=$b, nilai c(decimal)=$c, <br>
Nilai d(decimal)=$d <br>”;
?>
<h1>floating point</h1>
<?
$a = 1.234;
$b = 1.2e3;
echo “Nilai a=$a, nilai b=$b <br>”;
?>
<h1>integer</h1>
<?
$a = 1234; # angka decimal
$b = -123; # angka negatif
$c = 0123; # angka oktal decimal (sama dengan 83 decimal)
$d = 0×12; #angka hexa decimal (sama dengan 18 decimal)
echo “Nilai a=$a, nilai b=$b, nilai c(decimal)=$c, <br>
Nilai d(decimal)=$d <br>”;
?>
<h1>floating point</h1>
<?
$a = 1.234;
$b = 1.2e3;
echo “Nilai a=$a, nilai b=$b <br>”;
?>
5. Tipe
Casting
Tipe casting dalam PHP bekerja seperti dalam C, nama dari tipe yang di inginkan di tulis di dalam kurung sebelum variabel yang akan di cast.
Tipe casting dalam PHP bekerja seperti dalam C, nama dari tipe yang di inginkan di tulis di dalam kurung sebelum variabel yang akan di cast.
$coba = 10; //$coba adalah suatu integer
$bar = (double) $coba //$bar adalah suatu double
$bar = (double) $coba //$bar adalah suatu double
Cast yang
diperbolehkan :
• (int), (integer) – cast ke integer
• (real), (double), (float) – cast ke double
• (string) – cast ke string
• (array) – cast ke array
• (object) – cast ke object
• (int), (integer) – cast ke integer
• (real), (double), (float) – cast ke double
• (string) – cast ke string
• (array) – cast ke array
• (object) – cast ke object
6. Expression
Expression adalah “segala sesuatu yang memiliki harga”. Misalnya konstanta dan variabel. Saat mengetik “$a=5”, kita mengisikan angka ‘5’ ke dalam $a. Sesungguhnya ‘5’ memiliki nilai 5, atau dengan kata lain ‘5’ adalah sebuah ekspresi dengan nilai 5 (dalam hal ini, ‘5’ adalah konstanta integer). Setelah assigment ini, harga $a akan menjadi 5 juga sehingga jika Anda tuliskan $b=$a, efeknya akan sama jika ditulis $b = 5. Dengan kata lain, $a adalah sebuah ekspresi dengan nilai 5 juga.
Contoh expression yang lebih kompleks adalah function. Misalnya, perhatikan contoh dibawah ini :
Function foo ( )
{
return 5;
}
Menuliskan $c = foo ( ) sesungguhnya sama dengan menuliskan $c = 5, karena function adalah ekspresi dengan nilai sesuatu yang dikeluarkannya (return value ). Karena foo ( ) mengeluarkan 5, nilai dari ekspresi foo ( ) adalah 5. Namun biasanya function tidaklah mengeluarkan sesuatu yang statis seperti itu, melainkan sesuatu yang telah dihitung sebelumnya.
Suatu PHP script terdiri dari sejumlah perintah yang berurutan. Suatu perintah dapat berupa pemberi nilai, pemanggilan terhadap fungsi, perulangan, perintah kondisi dan baris kosong, Setiap perintah diakhiri dengan sebuah titik koma (;). Dan beberapa perintah dapat dikelompokkan menjadi satu dalam kurung kurawal { dan }. Catatan : setiap perintah diakhiri dengan sebuah titik koma (;).
Expression adalah “segala sesuatu yang memiliki harga”. Misalnya konstanta dan variabel. Saat mengetik “$a=5”, kita mengisikan angka ‘5’ ke dalam $a. Sesungguhnya ‘5’ memiliki nilai 5, atau dengan kata lain ‘5’ adalah sebuah ekspresi dengan nilai 5 (dalam hal ini, ‘5’ adalah konstanta integer). Setelah assigment ini, harga $a akan menjadi 5 juga sehingga jika Anda tuliskan $b=$a, efeknya akan sama jika ditulis $b = 5. Dengan kata lain, $a adalah sebuah ekspresi dengan nilai 5 juga.
Contoh expression yang lebih kompleks adalah function. Misalnya, perhatikan contoh dibawah ini :
Function foo ( )
{
return 5;
}
Menuliskan $c = foo ( ) sesungguhnya sama dengan menuliskan $c = 5, karena function adalah ekspresi dengan nilai sesuatu yang dikeluarkannya (return value ). Karena foo ( ) mengeluarkan 5, nilai dari ekspresi foo ( ) adalah 5. Namun biasanya function tidaklah mengeluarkan sesuatu yang statis seperti itu, melainkan sesuatu yang telah dihitung sebelumnya.
Suatu PHP script terdiri dari sejumlah perintah yang berurutan. Suatu perintah dapat berupa pemberi nilai, pemanggilan terhadap fungsi, perulangan, perintah kondisi dan baris kosong, Setiap perintah diakhiri dengan sebuah titik koma (;). Dan beberapa perintah dapat dikelompokkan menjadi satu dalam kurung kurawal { dan }. Catatan : setiap perintah diakhiri dengan sebuah titik koma (;).
Operator
pada PHP
1 Operator Aritmatika
Tabel Operator Aritmatika
Tabel Operator Aritmatika
|
Contoh
|
Nama
|
Hasil
|
|
$a + $b
|
Penjumlahan
|
Jumlah dari $a dan $b
|
|
$a – $b
|
Pengurangan
|
Sisa dari pengurangan $a dengan $b
|
|
$a * $b
|
Perkalian
|
Perkalian dari $a dengan $b
|
|
$a / $b
|
Pembagian
|
Hasil bagi $a dibagi dengan $b
|
|
$a % $b
|
Modulus
|
Sisa hasil bagi $a dibagi dengan
$b
|
Operator
pembagian (“/”) mengembalikan suatu nilai bulat (hasil dari suatu pembagian bulat)
jika kedua operan adalah integer (atau string yang dikonversi ke integer). Jika
salah satu operan adalah nilai floating-point value, pembagian floating point
dilakukan.
2. Operator
String
Hanya ada satu operator string, yaitu operator concatenation (“.”).
$a = “ Hello “;
$b = $a . “ World! “; // now $b = “ Hello World! “
Operator Assignment (Pemberi Nilai)
Operator assignment adalah “=”. Artinya adalah operan yang di kiri diisi dengan nilai dari ekspresi di sebelah kanan. Nilai dari ekspresi assignment adalah nilai yang ditentukan . Akibatnya, nilai dari “$a = 3” adalah 3. Dengan demikian hal dibawah ini menjadi benar adanya :
$a = ($b=4) + 5; // $a sekarang berisi 9, dan $b berisi 4.
Hanya ada satu operator string, yaitu operator concatenation (“.”).
$a = “ Hello “;
$b = $a . “ World! “; // now $b = “ Hello World! “
Operator Assignment (Pemberi Nilai)
Operator assignment adalah “=”. Artinya adalah operan yang di kiri diisi dengan nilai dari ekspresi di sebelah kanan. Nilai dari ekspresi assignment adalah nilai yang ditentukan . Akibatnya, nilai dari “$a = 3” adalah 3. Dengan demikian hal dibawah ini menjadi benar adanya :
$a = ($b=4) + 5; // $a sekarang berisi 9, dan $b berisi 4.
3. Operator Bitwise
Operator Bitwise dapat digunakan untuk membuat bit tertentu dari integer menjadi on (1) atau off (0).
Tabel Operator Bitwise
Operator Bitwise dapat digunakan untuk membuat bit tertentu dari integer menjadi on (1) atau off (0).
Tabel Operator Bitwise
|
Contoh
|
Nama
|
Hasil
|
|
$a & $b
|
And
|
Bit yang bernilai 1 pada $a dan $b
akan di-set 1.
|
|
$a | $b
|
Or
|
Bit yang bernilai 1 pada $a atau
$b akan di-set 1.
|
|
$a ^ $b
|
Xor
|
Bit yang bernilai 1 pada $a atau
$b tetapi tidak pada keduanya akan diset 1.
|
|
~ $a
|
Not
|
Bit yang bernilai 1 pada $a akan
diset 0, dan sebaliknya.
|
|
$a << $b
|
Shift left
|
Geser bit $a sebanyak $b langkah
kekiri (setiap langkah berarti “kalikan dengan dua”).
|
|
$a >> $b
|
Shift right
|
Geser bit $a sebanyak $b langkah
kekanan ( setiap langkah berarti “dibagikan dengan dua”).
|
4. Operator
Logika
Tabel Operator Logika
|
Contoh
|
Nama
|
Hasil
|
|
$a and $b
|
And
|
Benar jika $a dan $b adalah benar.
|
|
$a or $b
|
Or
|
Benar jika salah satu $a atau $b adalah benar.
|
|
$a xor
|
Xor
|
Benar jika salah satu $a atau $b adalah benar,
tetapi tidak keduanya.
|
|
!$a
|
Not
|
Benar jika $a tidak benar.
|
|
$a && $b
|
And
|
Benar jika $a dan $b adalah benar.
|
|
$a || $b
|
Or
|
Benar jika salah satu $a atau $b benar.
|
5. Operator
Perbandingan
Operator perbandingan memperbolehkan untuk membandingkan dua nilai
Tabel Operator Perbandingan
Tabel Operator Perbandingan
|
Contoh
|
Nama
|
Hasil
|
|
$a == $b
|
Sama dengan
|
Benar jika $a sama dengan $b.
|
|
$a != $b
|
Tidak sama dengan
|
Benar jika $a tidak sama dengan $b
|
|
$a < $b
|
Kurang dari
|
Benar jika $a lebih kecil $b
|
|
$a > $b
|
Lebih dari
|
Benar jika $a lebih besar dari $b.
|
|
$a <= $b
|
Kurang dari atau sama dengan
|
Benar jika $a lebih kecil atau sama dengan $b.
|
|
$a >= $b
|
Lebih dari atau sama dengan
|
Benar jika $a lebih besar atau sama dengan $b.
|
6. Urutan
Operator
Urutan operator menentukan bagaimana suatu ekspresi dikerjakan oleh PHP. Contohnya, pada 1 + 5 * 3, jawabannya adalah 16 dan bukan 18 karena perkalian operator (*) memiliki urutan yang lebih tinggi untuk dikerjakan terlebih dahulu daripada operator penjumlahan (+).
Urutan operator menentukan bagaimana suatu ekspresi dikerjakan oleh PHP. Contohnya, pada 1 + 5 * 3, jawabannya adalah 16 dan bukan 18 karena perkalian operator (*) memiliki urutan yang lebih tinggi untuk dikerjakan terlebih dahulu daripada operator penjumlahan (+).
Tabel Urutan Operator
|
Associativity
|
Operator
|
|
Left
|
,
|
|
Left
|
Or
|
|
Left
|
Xor
|
|
Left
|
And
|
|
Right
|
Print
|
|
Left
|
=+=-=*=/=.=%=&=!=~=<<=>>=
|
|
Left
|
?:
|
|
Left
|
||
|
|
Associativity
|
Operator
|
|
Left
|
&&
|
|
Left
|
|
|
|
Left
|
^
|
|
Left
|
&
|
|
Non-associative
|
== !=
|
|
Non-associative
|
<<=>>=
|
|
Left
|
<<>>
|
|
Left
|
+-.
|
|
Left
|
*/ %
|
|
Right
|
!~++–(int) (double) (string) (array) (object) @
|
|
Right
|
[
|
|
Non-associative
|
New
|
0 Response to "PHP"
Post a Comment